Semut Ternyata Punya "Dokter"

Semut Matabele ini biasanya memangsa rayap. Rayap merupakan hewan yang menggunakan capit atau sengatan pada bagian kepala untuk melakukan pertahanan diri. Hal ini mengakibatkan, Semut Matabele harus bertarung dalam memangsa Rayap dan kemungkinan untuk mendapatkan luka sangatlah besar. Saat melakukan pertarungan dengan hewan lain, semut Matabele yang terluka akan meminta bantuan secara rahasia dengan menggunakan sinyal kimia (chemical signal). Lalu semut yang lain akan melakukan pertolongan dengan segera dan membawa semut yang terluka tersebut kembali ke sarang mereka.
Tim medis dari semut ini dikatakan berhasil untuk mengurangi angka kematian koloninya sebesar 30%. Saat semut yang terluka tidak diobati sebanyak 80% dari semut terluka tersebut akan mati, kebanyakan disebabkan oleh infeksi. Dan hanya 10% semut yang telah dirawat mati setelahnya. Artinya perawatan yang dilakukan sangat vital perannya dalam menghindari terjadinya infeksi.
Cara Semut Matabele dalam melakukan perawatan adalah dengan menjilati luka. Hal ini masih menjadi pertanyaan apakah mereka hanya sekedar membersihkan luka atau memberikan semacam “obat” saat mereka menjilati luka tersebut. Penemuan ini menurut Dr Erik T.Frank dapat memperbaiki system medis kita dalam hal penggunaan antibiotik. Dr Frank masih melanjutkan penelitiannya dan bukan hanya untuk semut. Ia percaya bahwa ada serangga lain yang memilki prilaku yang sama dengan semut Matabele ini.
Well, semut memang banyak memberikan contoh baik kepada kita untuk tidak lupa pada sesama,, 

Leave a Comment